Kadang Kita Lupa Bahwa Kita Adalah Satu Bangsa

Kadang kita lupa sesuatu yang sangat sederhana.

Kita lupa bahwa kita hidup di negeri yang sama.

Kita lupa bahwa kita berdiri di tanah yang sama.

Kita lupa bahwa sebelum kita menjadi apa pun — sebelum menjadi orang Jawa, Sunda, Batak, Bugis, Dayak, atau Papua — kita adalah orang Indonesia.

Hal yang sangat sederhana ini kadang justru paling mudah dilupakan.


Indonesia Tidak Pernah Menuntut Kita Menjadi Sama

Indonesia tidak pernah meminta kita menjadi seragam.

Kita tidak harus berbicara dengan bahasa yang sama setiap hari.

Kita tidak harus memiliki budaya yang sama.

Kita bahkan tidak harus memiliki keyakinan yang sama.

Namun ada satu hal yang selalu diminta oleh bangsa ini:

tetap saling menghormati.


Bangsa Ini Terlalu Indah untuk Dipertengkarkan

Coba bayangkan betapa luar biasanya negeri ini.

Ribuan pulau.

Ratusan bahasa.

Ratusan budaya.

Banyak agama.

Jika semua perbedaan itu ingin diseragamkan, mungkin Indonesia tidak akan pernah ada.

Justru karena perbedaan itulah Indonesia menjadi indah.

Seperti taman dengan banyak bunga.

Bunga tidak harus sama untuk terlihat indah.


Masalah Biasanya Dimulai dari Hal Kecil

Perpecahan jarang dimulai dari sesuatu yang besar.

Ia sering dimulai dari hal-hal kecil.

Dari kata-kata yang merendahkan orang lain.

Dari prasangka.

Dari kebiasaan melihat perbedaan sebagai ancaman.

Sedikit demi sedikit, hal-hal kecil itu bisa menjadi tembok besar.

Padahal bangsa ini berdiri justru karena keberanian untuk meruntuhkan tembok.


Para Pendiri Bangsa Sudah Memberi Contoh

Para pemuda yang berkumpul dalam peristiwa Sumpah Pemuda datang dari berbagai daerah.

Mereka berbeda bahasa.

Berbeda latar belakang.

Berbeda budaya.

Namun mereka memilih untuk mengatakan satu hal:

satu tanah air.

satu bangsa.

satu bahasa.

Mereka tidak berkata aku.

Mereka tidak berkata kami.

Mereka berkata kita.

Dan dari situlah Indonesia lahir.


Hal-hal Kecil yang Menjaga Persatuan

Persatuan tidak selalu dijaga oleh pidato besar.

Sering kali ia dijaga oleh hal-hal kecil yang terjadi setiap hari.

Ketika tetangga saling membantu.

Ketika masyarakat bekerja bersama membersihkan lingkungan.

Ketika orang saling menghormati perbedaan.

Tradisi seperti Gotong Royong sebenarnya adalah bentuk sederhana dari persatuan itu.


Sebuah Renungan Sederhana

Kadang kita terlalu sibuk memperdebatkan apa yang membuat kita berbeda.

Padahal jika kita berhenti sejenak dan melihat lebih luas, kita akan menyadari sesuatu.

Hal-hal yang menyatukan kita sebenarnya jauh lebih besar daripada hal-hal yang memisahkan kita.


Penutup

Indonesia bukan bangsa yang dibangun oleh kesamaan.

Indonesia dibangun oleh keberanian untuk hidup bersama dalam perbedaan.

Selama kita masih mengingat bahwa negeri ini adalah rumah bersama, Indonesia akan tetap kuat.

Karena pada akhirnya, menjadi Indonesia bukan berarti menjadi sama.

Menjadi Indonesia berarti belajar hidup bersama.

Dan itu adalah sesuatu yang sangat berharga.

Post a Comment for "Kadang Kita Lupa Bahwa Kita Adalah Satu Bangsa"